Bagian
1 : Planet Biru
Post 1
Berjuta planet berada di dalam galaksi yang luas ciptaan tuhan ini. Milyaran bintang, asteroid, dan bahkan berbagai macam matahari ada di dalam berbagai galaksi yang berbeda di luar angkasa yang luas ini. Bintang bintang yang bersinar, planet-planet yang di tinggali oleh berbagai macam makhluk yang berbeda pun jumlahnya tidak sedikit. Bahkan tidak sedikit pula bintang atau planet-planet yang telah mati menjadi sebuah lubang hitam ataupun kegelapan yang menyerap segalanya. Ledakan terjadi dimana-mana, tepatnya di sebuah planet yang sangat jauh dari galaksi dimana bumi ini berada. Peperangan telah terjadi diplanet itu, mereka tidak lain adalah apa yang di sebut manusia di bumi ‘Alien’. Mereka lebih terlihat seperti sebuah robot dan monster-monster yang sedang berperang.
Chapter 01 : Pergi dan Jatuh
Berjuta planet berada di dalam galaksi yang luas ciptaan tuhan ini. Milyaran bintang, asteroid, dan bahkan berbagai macam matahari ada di dalam berbagai galaksi yang berbeda di luar angkasa yang luas ini. Bintang bintang yang bersinar, planet-planet yang di tinggali oleh berbagai macam makhluk yang berbeda pun jumlahnya tidak sedikit. Bahkan tidak sedikit pula bintang atau planet-planet yang telah mati menjadi sebuah lubang hitam ataupun kegelapan yang menyerap segalanya. Ledakan terjadi dimana-mana, tepatnya di sebuah planet yang sangat jauh dari galaksi dimana bumi ini berada. Peperangan telah terjadi diplanet itu, mereka tidak lain adalah apa yang di sebut manusia di bumi ‘Alien’. Mereka lebih terlihat seperti sebuah robot dan monster-monster yang sedang berperang.
Planet ini berbentuk
bulat seperti planet-planet pada umumnya. Memiliki cincin raksasa yang
mengitarinya dan memiliki planet yang berukuran setengahnya masih pada poros
yang sama dengan planet yang memiliki cincin, kedua planet yang hidup
berdampingan ini sama-sama dapat ditinggali. Sistem antara planet yang memiliki
satu matahari dengan galaksi mereka namakan ‘Blue Horse’ ini menggunakan
gerbang teleportasi yang mereka buat sebagai hubungan antar planet agar mereka
tidak perlu menggunakan pesawat untuk pergi ke planet yang berseberangan ini.
Bangsa pribumi menamai planet ini dengan nama Golden Ring dan Fertile atau
seantero galaksi menyebutnya Twin Stars.
Makhluk pribumi yang di
sebut sebagai Ori disini memiliki kemampuan yang bisa memisahkan kepala dan
tubuh mereka, semua bagian tubuh kulit terbuat dari bahan yang berbentuk
seperti metalik berwarna silver yang di cat berdasarkan warna yang mereka
inginkan. Membuat mereka lebih berbentuk seperti robot yang menyerupai manusia
dengan tangan dan kaki juga jari-jari yang sama seperti manusia. Kepala mereka dapat
terlepas dari tubuh mereka dan terbang dengan batas maksimal 5 meter dari
pijakan mereka, berbentuk seperti topeng yang melengkung ke arah belakang
dengan ventuk yang beragam dan tipisnya yang hanya mencapai 5 cm atau bahkan
setipis layar LCD keluaran lama. Mata mereka berbentuk segitiga yang lancip di
ujung dekat telinga mereka yang hanya terdapat lubang-lubang kecil seperti
lubang udara. Tidak memiliki hidup dan mulut namun dapat berbicara dan tidak
membutuhkan oksigen untuk bernafas dan keseluruhan tubuh membuat makhluk ini
terlihat seperti benar-benar robot manusia.
Bangsa pribumi ini
kebanyakan menempati planet Golden Ring meskipun mereka suku asli dari kedua
planet tersebut. Sedangkan bangsa penjajah planet ini berbentuk seperti
monster-monster yang berasal dari planet yang beragam. Sudah lama kedua planet
ini kedatangan banyak makhluk dari planet lain. Peradaban planet ini terbilang
sudah modern meskipun ukurannya tidak sebesar planet Bumi. Planet Golden Ring
memiliki banyak sekali gedung-gedung tinggi dan modern dengan alat-alat
transportasi yang cukup canggih. Sedangkan planet Fertile memiliki pemandangan
alam yang benar-benar hijau layaknya padang rumput dan hutan-hutan di Planet
Bumi. Tapi bukan berarti taraf penduduk planet Fertile lebih rendah dari Golden
Ring, pemerintahan mereka tidak memiliki negara-negara layaknya Bumi, mereka
memilih satu orang mereka sebagai pemimpin planet dan membuat lembaga
pemerintahan atas nama planet-planet mereka.
Cerita ini berawal dari
sebuah stasiun besar di luar angkasa bernama Space Atlantic. Stasiun tempat
dimana armada pesawat-pesawat luar angkasa dari kedua planet itu berada
meskipun letaknya berada pada poros Planet Golden Ring. Berbentuk oval dan
banyak kapsul besar yang tersambung dengan lorong pipa yang besar juga, di
dominasi berwarna silver dan garis merah pada setiap sisinya. Di sisi pusat
stasiun ini terdapat logo dari Space Atlantic itu sendiri dengan gambar sebuah
pesawat segitiga lonjong dengan kedua roket dengan bentuk yang sama di kedua
sisinya.
Saat itu, Space Atlantic di
serang oleh para penjajah planet atau yang mereka sebut Kaum Giral. “mereka
datang menyerang!” teriak salah seorang makhluk Ori yang bertugas di stasiun
luar angkasa tersebut. Banyak pesawat-pesawat kecil berbentuk tabung dengan
banyak senapan menembaki Space Atlantic yang besar dan megah itu. Ledakan
terjadi di sekitar stasiun itu. Beberapa pesawat kecil mendarat, beberapa
makhluk bertopeng oksigen keluar dan menembaki para pekerja disana.
Para Ori berlarian
kemana-mana, beberapa tertembak di kepalanya yang memang merupakan letak nyawa
mereka. Beberapa Ori mencoba memisahkan kepalanya agar bisa terbang dan
bergerak lebih leluasa. Salah satunya terbang menuju tangga darurat, namun
seorang tentara Giral menyadarinya dan langsung menembaknya dengan senapan
laser tepat mengenainya. Beberapa kepala Ori juga bersembunyi di tempat-tempat
kecil yang tak terlihat dari para penyerang Giral. Di salah satu lorong
penghubung, beberapa Ori dengan sekuat tenaga berusaha memperlambat pasukan
Giral dari lorong utama untuk masuk ke tempat-tempat berikutnya, beberapa Ori
memegang senjata siap untuk berperang sambil menunggu gerbang akan di dobrak.
Gerbang penghubungpun di dobrak, terjadi beberapa bentrokan di banyak lorong
penghubung, beberapa tentara Giral pun jatuh, tapi jumlah itu masih sedikit di
bandingkan dengan Ori yang terjatuh. Banyak tentara Giral menghancurkan mesin
dan sistem dalam stasiun luar angkasa itu.
Di satu sisi Space
Atlantic ini, sebuah pesawat berbentuk segitiga yang besar, dengan kedua tenaga
roketnya yang yang berbentuk segitiga samakaki yang lonjong bertuliskan SA 011
segera lepas landas. “kau harus temukan mereka, sang pencipta planet ini yang
berada dalam sistem bima sakti disana” salah seorang pemimpin dari Space
Atlantic yang di kenal dengan nama Atlas, Ori yang paling disegani di Space Atlantic
dengan bentuk kepala yang lonjong berwarna keemasan dengan mata merah menyala berpesan
kepada kapten SA 011.
“Aku mengerti, Komander”
jawab kapten SA 011, bernama Astro, segera memimpin keberangkatan tim SA 011. Astro
memiliki kepala berbentuk sedikit lonjong dengan satu bagian lancip di atasnya
seperti tanduk dan mata yang sama seperti Ori lainnya dengan warna merah
matanya dan silver pada tubuh wajahnya, sedangkan tubuh metaliknya di tutupi
jaket berwarna biru gelap. Ruangan pengendali dalam SA 011 tidak cukup luas,
hanya berisi 5 orang dengan kursi depan tengah yang di duduki kapten Astro
dengan kaca yang panjang mengelilingi depan ruangan itu yang menghubungkan
langsung dengan kondisi di depan. “SA 011 akan berangkat dalam hitungan mundur
3,2,1” roket kanan dan kiri pun segera menyala. Menara penerbangan di sisi
kanan pesawat segera mengkonfirmasi penerbangan pesawat itu. Penutup Space
Atlantic atas di buka. Tiba-tiba pasukan Giral telah mencapai pangkalan bawah.
“Hentikan pesawat itu!”
kata seseorang pemimpin penyerangan dari dalam sebuah pesawat di luar Space
Atlantic memerintahkannya kepada pasukan penyerangan. Makhluk bertubuh tinggi 2
meter dan besar ini memiliki tanduk kecil di kepalanya, berkulit hijau memakai
pakaian dan jaket bertudung warna hitam. “tidak ada yang boleh kabur dari
penyerangan ini, semua harus di hancurkan, Derg! menuju pintu tempat pesawat
itu keluar!” perintah kapten itu kepada pilot pesawatnya. Pasukan giral ini di
dominasi oleh makhluk seperti kapten pesawat mereka. Pesawat induk penyerangan
memiliki bentuk yang tidak jauh berbeda dari pesawat penyerang lainnya, hanya sedikit
lebih besar dari pesawat penyerang lainnya. Ruangan pilot mereka pun tidak
terlalu besar, hanya di isi oleh 2 orang pilot dengan jendela bulat ke depan
dan Kapten di belakangnya.
Sementara itu penyerang
yang sudah mencapai pangkalan bawah dari SA 011 yang di berangkatkan, segera
menuju menara tempat ruang pengendali berada sekaligus menghancurkan
tempat-tempat penting yang membuat pesawat itu bisa keluar. Salah seorang
pasukan dengan peralatannya yang canggih, sebuah senapan besar dengan peluru
laser menembaki bagian sumber daya listrik dan kabel-kabel yang terhubung ke
arah pintu keluar pesawat SA 011 diatas. Listrik pun mati dalam sekejap, pembangkit
cadangan di nyalakan, tapi beberapa pasukan segera mendobrak masuk ruangan
pengendali, menembak komander dan orang-orang disana. Seseorang dari pasukan
giral mencoba mengendalikan pintu tempat keluarnya pesawat untuk segera
menutupnya dari menara pengendali.
“Kapten, pintu menutup
kembali.” Kata salah seorang pilot dari pesawat SA 011 kepada kapten Astro.
“nyalakan kekuatan penuh.” Perintah kapten Astro. SA 011 segera terbang ke atas
dengan kecepatan penuh pada landasan pacu yang berbentuk prisma segi delapan ke
atas. Gerbang akan segera tertutup. Roket pada sisi pesawat sudah menyala.
Beberapa pasukan giral terus menembaki roket pesawat dari bawah. Sudah sampai
pada batas teratas roket pada sisi kanan dan kiri pesawat bergesekan dengan
gerbang keluar. Sedikit kerusakan pada kedua sisi bagian pesawat itu tidak
membuat pesawat itu jatuh begitu saja. “Mekanik, segera perbaiki sisi pesawat
yang rusak”. Perintah kapten Astro dengan berbicara melalui mikrofon menuju
ruang mekanik. Tanpa mereka sadari, mereka di hujani hujan peluru dari arah
samping kanan mereka. “itu Metrog, kapten!” kata salah seorang pilot.
Pesawat yang dinamakan
Metrog yang di kendalikan oleh kapten dari pemimpin pasukan giral yang
menyerang Space Atlantic telah tiba lebih dulu di sisi lain tempat SA 011
keluar. “tidak perlu ladeni mereka, aktifkan gelombang kecepatan warp tenaga
penuh” perintah kapten Astro kepada para pilot. “Jeaners! Perintah penembakan
kepada Metrog!” perintah kapten Astro kepada para Jeaners, mereka adalah divisi
yang mengendalikan senjata tembakan pesawat. Tanpa ragu, SA 011 kembali
menyerang balik Metrog. Sambil memutar ke arah sebaliknya, SA 011 bersiap
meluncur dengan kecepatan cahaya. “Warp penuh di aktifkan.” Kata salah seorang
pilot SA 011.
“Jangan biarkan mereka kabur!”
kata kapten pesawat Metrog, tapi terlambat, SA 011 sudah menghilang dari
hadapan mereka. “pesawat ini tidak memiliki kecepatan warp untuk mengejar
mereka kapten.” Salah seorang pilot memberitahu. “ya, aku tahu itu. Segera
siapkan pendaratan ke Space Atlantic.” Pesawat itu pun segera mencari tempat
pendaratan.
“Bagaimana kondisi di
sini!” tanya kapten pesawat Metrog tadi sambil berjalan menuju ruangan tempat
pengendali, dimana Komander Atlas tertembak di sekap. “Semua sudah dalam
kendali kapten.” Jawab anak buahnya. Kapten ini berjalan melewati koridor yang
panjang di penuhi jasad-jasad Ori. “sesampainya di sana, segera cari tahu
kordinat tempat pesawat itu pergi.” Perintah kapten.
“Apa kabar Komander Atlas
sepertinya nasibmu tidak begitu baik hari ini.” kata kapten yang jenisnya
disebut Horigan itu.
“Kapten pesawat Metrog,
Throgan. Mantan Kapten SA 011, sedih bukan melihat mantan pesawatmu telah
memiliki kapten lain.” Kata komander Atlas, terikat di sebuah kursi dengan
tanduk dan kepalanya yang juga telah di ikat dengan bahan metalik berbentuk
persegi panjang, membuat Atlas tidak bisa kabur dari tubuhnya karena ia juga
seorang Ori.
“Kemana mereka pergi.”
Tanya Throgan.
“Aku tidak akan
menjawabnya.” Kata Atlas
“Ku pikir ini akan
berjalan mudah, ternyata. Hem” Throgan tertawa kecil. “Periksa kordinat
pemberangkatan.” Perintah Throgan kepada anak buahnya.
“Dapat kapten! ini
dia.” Kata seorang anak buahnya.
“Kau tidak akan bisa
mengejar mereka. Komputer! All Siege Destruction!” teriak Atlas.
“Kode suara di terima,
perintah di aktifkan. Space Atlantic akan meledakan diri dalam 5 menit”. Suara
Komputer Space Atlantic membuat semua orang didalamnya panik.
“Apa! Kau berniat bunuh
diri! Kirim kordinat tadi ke Giral Mountain!” perintah kapten Throgan kepada
anak buahnya.
“Kau tidak akan bisa lari
dari sini lagi Throgan.” Kata Atlas.
“Cih! Nikmati saja
kematian mu saat ini. Dan kau yang membuat semua ini.” Kata Throgan. “segera
kosongkan tempat ini. Menjauh dan keluar” perintah Throgan kepada pasukannya
sambil bersama-sama lari keluar ruangan menuju pesawat mereka mendarat.
“Waktumu tidak akan cukup
throgan! Kau juga akan mati disini. Hahahahaha.” Teriak komander Atlas sambil
tertawa.
“3 menit” suara komputer
Space Atlantic. Seluruh pasukan Giral berlarian menuju pesawat mereka
masing-masing. Kapten Throgan berlari melalui koridor tadi menuju pesawatnya.
Seluruh pintu keluar tertutup dengan sendirinya, beberapa pesawat yang sudah
terbang mencoba membuat lubang di dinding yang terlihat tipis dan lemah menggunakan
tembakan yang ada di pesawat mereka. “2 menit”. Throgan sampai di pesawatnya,
segera mencoba terbang kembali. “1 menit, hitungan mundur di mulai, 59,
58,....” Throgan dan seluruh pasukannya mulai panik. Pesawat yang dari tadi
sudah terbang mencoba melubangi dinding, tapi belum berhasil.
“Aktifkan bazoka
penghancur!” kata Throgan. Bazoka laser penghancurpun di aktif kan, keluar dari
lubang tengah sisi depan Metrog. Dinding pun sedikit terbuka, tapi, masih belum
cukup untuk seukuran Metrog. “sekali lagi!” perintah Throgan. “20, 19, ....”
dinding pun terbuka, pesawatpun semua keluar melalui lubang itu dengan
kecepatan penuh Metrog keluar dari Space Atlantic. “10, 9, 8,...” . “apa
kordinat tadi sudah di terima?” tanya Throgan kepada pilot yang mengendalikan
pesawat yang juga mengirim kordinat pesawat SA 011 pergi tadi. “sudah kapten.”
Jawab pilot itu. “Bagus.” Jawab Kapten Throgan sambil tersenyum. Metrog pun
berhasil keluar, Space Atlantic meledak, namun ledakannya menghasilkan efek
yang sangat jauh sehingga pesawat-pesawat giral pun tergilas oleh ledakannya.
Space Atlantic, tanggal
15 bulan Donquarter tahun 4032, 22.05 waktu dalam Golden Ring. Telah musnah
akibat serangan dari Pasukan Giral dan bom bunuh diri. Tanggal, bulan dan tahun
itu adalah, waktu dalam kehidupan Golden Ring dan Fertile yang juga di sebut
Twin Time.
No comments:
Post a Comment