Sunday, 19 January 2014

Chapter 02 - Post 1

Bagian 1 : Planet Biru

Chapter 02 : Teman dan Saudara

Post 1

Sudah 2 hari sejak kedatangan Astro di rumah, karena ia tidak terlalu merepotkan, ia tidak mandi, ia seperti robot, saat tubuhnya kotor, ada sebuah cahaya menscan dirinya sendiri sehingga ia kembali bersih. Dia juga tidak makan, minum ataupun buang air. Yang ia lakukan hanya mengotak atik komputer Ryan dan beberapa barang yang ia bawa di tambah barang rongsokan yang berhasil ia bawa ke kamar Ryan dari hasil jalan-jalan keluar selama satu malam. Astro sedang membuat pemancar yang mendeteksi jika ada pesawat penjemputnya yang datang, alat itu bentuknya seperti antena kecil dan Astro menaruhnya di atas rumah saat rumah kosong. Ryan masih sibuk dengan kuliahnya dan orang tuanya pun pergi saat pagi dan selalu pulang malam. Jadi Astro pikir ia sangat beruntung bisa bertemu dengan Ryan.



Saturday, 18 January 2014

Chapter 02 - Post 4

Bagian 1 : Planet Biru

Chapter 02 : Teman dan Saudara

Post 4


Ryan dan Tom terbaring di sebuah karpet yang hangat, Ryan terbangun lebih dulu, ia melihat dirinya pada sebuah ruangan tamu yang besar. Rumah yang besar dengan sofa mengelilingi karpet yang tadi ia tiduri, Ryan kaget karena mendapati dirinya memakai sebuah kaus yang tidak dia kenal, sempit dan berwarna pink, begitu pula dengan celana tidur panjang yang kebesaran, sedangkan pakaian yang dikenakan Tom juga berubah. “Kenapa aku bisa memakai kaus perempuan.” Kata Ryan.

“Karena kau basah setelah mandi di danau tadi.” Suara seorang perempuan yang baru saja datang dari ruangan dalam, membawakan pakaian Ryan dan Tom yang sudah bersih. “Beruntung sekali kalian karena orang tuaku sedang dinas keluar kota. Ini sudah ku keringkan.” Kemudian dia melempar pakaian itu kepada Ryan. “Bangunkan juga dia.”

Chapter 02 - Post 3

Bagian 1 : Planet Biru

Chapter 02 : Teman dan Saudara

Post 3



Sorenya dirumah Ryan, mereka menunggu sampai terlihat penampakan dari kamera yang mereka pasang. Ryan dan Tom sedang bermain catur di kasur sampai Astro mengagetkan mereka dari depan komputer. “Mereka datang! Tampaknya mereka membawa seseorang.” Ryan dan Tom segera mendekati Astro. Dari layar komputer, terlihat 3 makhluk besar memakai jubah hitam panjang, 2 dari mereka membawa seseorang yang tentunya Ryan dan Tom kenal.


Rambutnya hitam, darah menetes dari wajahnya, ia memakai kaus hitam dengan celana jeans. Ia diseret oleh 2 makhluk besar yang besarnya kira-kira 2 kali manusia biasa itu. Wajah makhluk yang membawa mereka tak terlihat jelas. Salah satu makhluk yang tidak membawa apa-apa itu menyentuh sebuah pohon terdekat dan seketika pelindung dari pesawat mereka pun terlepas. Mereka masuk kedalam pesawat membawa manusia yang pingsan tak berdaya itu, dia adalah Jake Rancor yang tidak lain saudara tiri Ryan sendiri. “Astro, ayo kita pergi untuk menyelematkannya.” Ryan panik karena melihat saudaranya tak berdaya.

Chapter 02 - Post 2

Bagian 1 : Planet Biru

Chapter 02 : Teman dan Saudara

Post 2 

Esoknya di kampus pada pagi hari, Ryan dan Tom sedang bermain Basket di lapangan yang letaknya di pinggir kampus. Tapi kemudian Astro datang, berada di pinggir lapangan yang tertutup dari pagar kawat besi berada di luar area kampus dan lapangan memakai pakaian yang kemarin di berikan Ryan. Ryan segera keluar kampus dengan tergesa dan menghampirinya. Tom mengikutinya dari belakang. 

“Ada apa kau kemari, bagaimana kau bisa tahu kampusku?” Tanya Ryan.



“Tidak sulit menemukanmu juga ternyata, aku hanya jalan-jalan dan kebetulan lewat sini, akau menemukan sinyal pesawat yang satu lagi berada di dekat sini, jadi kebetulan ku lihat kau disini, kuajak saja sekalian.” Astro membetulkan kembali maskernya dan berusaha tidak menjadi pusat perhatian.

Chapter 01 - Post 4

Bagian 1 : Planet Biru

Chapter 01 : Pergi dan Jatuh

Post 4

Paginya, sebuah berita memberitakan sebuah Kapsul pesawat tak teridentifikasi oleh polisi jatuh di sebuah kebun warga Verdant City. Ryan di dalam rumahnya yang minimalis bersama ayah dan ibunya mendapat telefon dari kakek dan nenek dari ibu kandung Ryan kalau kebun yang rusak itu adalah rumah kakek Ryan sendiri.

“Ayah pergi kerja saja, biar aku yang menjenguk mereka.” Kata Ryan

“Kau yakin?” Ayahnya balas menjawab.

“Iya aku libur hari ini. Akan kupastikan mereka baik-baik saja.”


Chapter 01 - Post 3

Bagian 1 : Planet Biru

Chapter 01 : Pergi dan Jatuh

Post 3

Jauh di angkasa luas, SA 011 keluar dari dimensi warpnya. Pesawat itu nyaris saja menyentuh lahar Matahari, Alarm pun kemudian berbunyi. Seluruh awak kapal berlarian kemana-mana. “Perintah Evakuasi! Segera!” teriak Kapten Astro. Beberapa pilot di sebelahnya segera mengatur jalan keluar pesawat-pesawat kecil bertenaga warp, pesawat itu berbetuk seperti tabung yang besar dengan sayap seperti elang di kedua sisinya.

Chapter 01 - Post 2

Bagian 1 : Planet Biru

Chapter 01 : Pergi dan Jatuh

Post 2

Planet Bumi, terkenal sebagai Planet Biru di susunan tata surya Bima Sakti. Di tempati berbagai macam makhluk hidup dengan di dominasi oleh lautan sebagai inti dari kehidupannya. Manusia adalah makhluk paling pintar dan paling berkuasa di planet ini. Terdapat lebih dari 3 benua besar di dalamnya. Banyak sekali macam dari Manusia itu sendiri mulai dari warna kulit, bentuk mata mereka, tinggi, ras, bahkan lebih dari 100 negara berada di Bumi yang luas ini.