Saturday, 18 January 2014

Chapter 02 - Post 2

Bagian 1 : Planet Biru

Chapter 02 : Teman dan Saudara

Post 2 

Esoknya di kampus pada pagi hari, Ryan dan Tom sedang bermain Basket di lapangan yang letaknya di pinggir kampus. Tapi kemudian Astro datang, berada di pinggir lapangan yang tertutup dari pagar kawat besi berada di luar area kampus dan lapangan memakai pakaian yang kemarin di berikan Ryan. Ryan segera keluar kampus dengan tergesa dan menghampirinya. Tom mengikutinya dari belakang. 

“Ada apa kau kemari, bagaimana kau bisa tahu kampusku?” Tanya Ryan.



“Tidak sulit menemukanmu juga ternyata, aku hanya jalan-jalan dan kebetulan lewat sini, akau menemukan sinyal pesawat yang satu lagi berada di dekat sini, jadi kebetulan ku lihat kau disini, kuajak saja sekalian.” Astro membetulkan kembali maskernya dan berusaha tidak menjadi pusat perhatian.


“Jadi kau mengajak Ryan lagi untuk masuk kedalam bahaya. Kau gila.” Bentak Tom.

“Tidak apa-apa Tom. Ayo kita cek, tampaknya pesawat itu belum ditemukan orang-orang sekitar sini.” Kemudian Ryan menyuruh Astro menunjukkan jalannya, Astro mengeluarkan alat yang dia buat dari sisa handphone Ryan yang telah rusak. Astro terus berjalan menuju sebuah kebun dan pepohonan yang ada di belakang kampusnya, menuju sisi terdalam dari sebuah pepohonan yang rindang di belakang kampus. Mereka tiba pada sebuah tanah kosong yang besarnya kira-kira 10 kali 10 meter yang di kelilingi pepohonan. Kemudian Astro berhenti. “Ada apa?”

“Seharusnya disini. Tapi kenapa kosong.” Astro memberitahu.

“Kalian memang sudah gila. Tempat ini kosong. Lihat!” Tom berjalan kedepan kemudian terjatuh karena menabrak sesuatu yang tidak ada apa-apanya. “Apa ini? Sepertinya ada tembok di depan sini.” Ryan kemudian membantu Tom untuk berdiri kembali, tapi memang benar. Mereka berdua tidak bisa masuk kedalam tanah kosong itu, seperti ada sesuatu yang menghalangi.

“Biar kucari sesuatu.” Astro segera merogoh tubuhnya kemudian dari matanya mengeluarkan cahaya merah seperti senter yang terang menerangi sebuah dinding transparan yang menghalangi jalan mereka. Dari sinar itu terlihat apa yang tanah kosong itu sembunyikan dari penglihatan mereka, sebuah pesawat hitam pekat yang lebih kecil dari pesawat kemarin, berbentuk seperti busur dengan lengkungan yang tak terlalu panjang dan tipis, di depannya ada kaca hitam yang diatasnya ada logo “G” berwarna merah, tingginya kira-kira mencapai 2 lantai rumah yang normal. 2 tiang yang menyangga pesawat itu agar tetap pada tempatnya. Kemudian cahaya itu memudar. “Itu bukan pesawat yang ingin menjemputku, itu pesawat yang ingin membunuhku.”

“Bagaimana jika kau pulang dengan pesawat ini saja, sepertinya pilotnya sedang jalan-jalan.” Tanya Tom yang kemudian tersenyum kepada Astro. “Kau bisa masuk kedalam?”

“Tidak, kode kuncinya ada pada mereka yang membawa pesawat ini. Ini pesawat anak buah Giral. Mereka mencariku, berusaha mendapatkan kunci Weapon  Peacekeeper itu. Sebaiknya kita pergi dari sini dan menyusun rencana baru.” Setelah itu Astro menempelkan beberapa kamera mikro super kecil kepada beberapa batang pohon dan mereka segera pergi dari tempat itu.
 

No comments:

Post a Comment