Bagian
1 : Planet Biru
Post 4
Chapter 02 : Teman dan Saudara
Ryan dan Tom terbaring di
sebuah karpet yang hangat, Ryan terbangun lebih dulu, ia melihat dirinya pada
sebuah ruangan tamu yang besar. Rumah yang besar dengan sofa mengelilingi
karpet yang tadi ia tiduri, Ryan kaget karena mendapati dirinya memakai sebuah
kaus yang tidak dia kenal, sempit dan berwarna pink, begitu pula dengan celana
tidur panjang yang kebesaran, sedangkan pakaian yang dikenakan Tom juga
berubah. “Kenapa aku bisa memakai kaus perempuan.” Kata Ryan.
“Karena kau basah setelah
mandi di danau tadi.” Suara seorang perempuan yang baru saja datang dari
ruangan dalam, membawakan pakaian Ryan dan Tom yang sudah bersih. “Beruntung
sekali kalian karena orang tuaku sedang dinas keluar kota. Ini sudah ku
keringkan.” Kemudian dia melempar pakaian itu kepada Ryan. “Bangunkan juga
dia.”
“Tunggu, siapa kau? Dan
sudah berapa lama kami disini?” tanya Ryan dengan wajah kaget dan heran.
Dia kemudian duduk di
sofa yang dekat dengan Tom tertidur, Dia memiliki rambut hitam yang panjang
terikat dibelakangnya, dengan wajah seperti orang asia karena ibunya memang
orang jepang, memakai kaus merah dengan gambar sebuah graffiti dan menggunakan
celana pendek yang menutupi sampai bawah pahanya. Tinggi tubuhnya tidak lebih
tinggi dari Ryan dan tubuhnya pun proporsional.
“Tiga jam. Beruntung aku
melihat kalian jatuh dari pesawat sialan itu. Oh ya, aku Arika Dannes. Teman
Canny, makhluk seperti Astro yang baru ku kenal berada dengan kalian.” Arika
mengulurkan tangannya.
“Aku Adrian Bright, dan ini
Tommy temanku. Terima kasih atas pertolongannya. Jadi, yang kami pakai ini
bajumu?”
“Tentu, sebaiknya kau
segera melepasnya.” Kemudian Arika berdiri. “Oh ya, Astro dan Canny sedang ada
dihalaman.” Dia menunnjuk pada sebuah pintu geser dari kaca yang ada di salah
satu sisi ruangan. “Astro yang menggantikan pakaianmu dan temanmu itu. Sudah
jam 10 malam. sebaiknya kau cepat pulang. Aku yakin orang tuamu pasti khawatir.
Ryan pun segera
membangunkan Tommy, Tommy sempat berkenalan dengan Arika, dan mereka berdua
segera mengganti pakaian mereka kembali dikamar mandi. Setelah itu bergabung
dengan Astro, Canny dan Arika yang sedang duduk di rumput halaman rumah yang
besar.
Canny berbentuk tidak
jauh beda dengan Astro, berwarna putih juga dengan matanya yang bersinar kuning
dengan lengkungan seperti dua tanduk kecil diatasnya yang mengarah ke kedua
sisi kepalanya.
“Ryan, maafkan aku karena
tidak bisa menyelamatkan saudaramu tadi, kurasa sudah saatnya kami pergi karena
situasi di sana pasti sedang berbahaya.” Kata Astro kepada Ryan.
“Tunggu, kau bisa
menggunakan tubuh Ryan tadi sebagai senjatamu, kenapa kau tidak bilang dari
dulu sehingga tidak perlu menyamar susah payah.” Tom bertanya sambil duduk di
sebelah Arika yang menghadap ke arah Astro dan Canny yang melayang setinggi
tubuh mereka dari tanah, sehingga bisa bertatapan langsung dengan wajah Ryan,
Tom dan Arika.
“Ya, aku bisa
melakukannya di saat terdesak. Tubuhku di rusak Fragor saat di pesawat.” Jelas
Astro. “dan sekarang kami akan pulang untuk menolong planet kami, akan
kupastikan aku akan kesini lagi untuk membawakanmu Jake.”
“Tidak, tunggu, Fragor
masih di sekitar sini. Dan itu artinya disini masih tidak aman. Mungkin kita
harus menangkapnya agar tahu kemana mereka membawanya.” Jelas Ryan.
“Ya, tapi itu akan
berbahaya untuk kalian, aku dan canny harus mencari pesawat kami yang di tahan
di bumi dulu untuk mengambil peralatan. Kita sekarang hanya punya tubuh Canny
di rumah Ryan. Setelah itu, biar kami yang atasi masalah ini sendiri.” Kata
Astro.
“Aku akan ikut! Mereka
menahan saudaraku! Aku tidak bisa tinggal diam disini!” kata Ryan.
No comments:
Post a Comment