Saturday, 18 January 2014

Chapter 02 - Post 4

Bagian 1 : Planet Biru

Chapter 02 : Teman dan Saudara

Post 4


Ryan dan Tom terbaring di sebuah karpet yang hangat, Ryan terbangun lebih dulu, ia melihat dirinya pada sebuah ruangan tamu yang besar. Rumah yang besar dengan sofa mengelilingi karpet yang tadi ia tiduri, Ryan kaget karena mendapati dirinya memakai sebuah kaus yang tidak dia kenal, sempit dan berwarna pink, begitu pula dengan celana tidur panjang yang kebesaran, sedangkan pakaian yang dikenakan Tom juga berubah. “Kenapa aku bisa memakai kaus perempuan.” Kata Ryan.

“Karena kau basah setelah mandi di danau tadi.” Suara seorang perempuan yang baru saja datang dari ruangan dalam, membawakan pakaian Ryan dan Tom yang sudah bersih. “Beruntung sekali kalian karena orang tuaku sedang dinas keluar kota. Ini sudah ku keringkan.” Kemudian dia melempar pakaian itu kepada Ryan. “Bangunkan juga dia.”


“Tunggu, siapa kau? Dan sudah berapa lama kami disini?” tanya Ryan dengan wajah kaget dan heran.
Dia kemudian duduk di sofa yang dekat dengan Tom tertidur, Dia memiliki rambut hitam yang panjang terikat dibelakangnya, dengan wajah seperti orang asia karena ibunya memang orang jepang, memakai kaus merah dengan gambar sebuah graffiti dan menggunakan celana pendek yang menutupi sampai bawah pahanya. Tinggi tubuhnya tidak lebih tinggi dari Ryan dan tubuhnya pun proporsional. 

“Tiga jam. Beruntung aku melihat kalian jatuh dari pesawat sialan itu. Oh ya, aku Arika Dannes. Teman Canny, makhluk seperti Astro yang baru ku kenal berada dengan kalian.” Arika mengulurkan tangannya.

“Aku Adrian Bright, dan ini Tommy temanku. Terima kasih atas pertolongannya. Jadi, yang kami pakai ini bajumu?”

“Tentu, sebaiknya kau segera melepasnya.” Kemudian Arika berdiri. “Oh ya, Astro dan Canny sedang ada dihalaman.” Dia menunnjuk pada sebuah pintu geser dari kaca yang ada di salah satu sisi ruangan. “Astro yang menggantikan pakaianmu dan temanmu itu. Sudah jam 10 malam. sebaiknya kau cepat pulang. Aku yakin orang tuamu pasti khawatir.

Ryan pun segera membangunkan Tommy, Tommy sempat berkenalan dengan Arika, dan mereka berdua segera mengganti pakaian mereka kembali dikamar mandi. Setelah itu bergabung dengan Astro, Canny dan Arika yang sedang duduk di rumput halaman rumah yang besar.

Canny berbentuk tidak jauh beda dengan Astro, berwarna putih juga dengan matanya yang bersinar kuning dengan lengkungan seperti dua tanduk kecil diatasnya yang mengarah ke kedua sisi kepalanya.

“Ryan, maafkan aku karena tidak bisa menyelamatkan saudaramu tadi, kurasa sudah saatnya kami pergi karena situasi di sana pasti sedang berbahaya.” Kata Astro kepada Ryan.

“Tunggu, kau bisa menggunakan tubuh Ryan tadi sebagai senjatamu, kenapa kau tidak bilang dari dulu sehingga tidak perlu menyamar susah payah.” Tom bertanya sambil duduk di sebelah Arika yang menghadap ke arah Astro dan Canny yang melayang setinggi tubuh mereka dari tanah, sehingga bisa bertatapan langsung dengan wajah Ryan, Tom dan Arika.

“Ya, aku bisa melakukannya di saat terdesak. Tubuhku di rusak Fragor saat di pesawat.” Jelas Astro. “dan sekarang kami akan pulang untuk menolong planet kami, akan kupastikan aku akan kesini lagi untuk membawakanmu Jake.”

“Tidak, tunggu, Fragor masih di sekitar sini. Dan itu artinya disini masih tidak aman. Mungkin kita harus menangkapnya agar tahu kemana mereka membawanya.” Jelas Ryan.

“Ya, tapi itu akan berbahaya untuk kalian, aku dan canny harus mencari pesawat kami yang di tahan di bumi dulu untuk mengambil peralatan. Kita sekarang hanya punya tubuh Canny di rumah Ryan. Setelah itu, biar kami yang atasi masalah ini sendiri.” Kata Astro.

“Aku akan ikut! Mereka menahan saudaraku! Aku tidak bisa tinggal diam disini!” kata Ryan.

No comments:

Post a Comment